Laman
- Konsep Kesehatan Lingkungan
- i. Pengantar Konsep Kesehatan Lingkungan
- ii. Konsep Ekologi
- iii. Indikator Lingkungan Sehat
- iv. Masalah Kesehatan Lingkungan di Indonesia dan Upaya Perencanaan Pemerintah dalam Penanggulangannya
- v. Peran Perawat dalam Pelayanan Kesehatan Lingkungan
- 1. Penyediaaan Air Bersih / Water Suplay
- 2. Sanitasi Makanan
- 3. Pengolahan Bahan – Bahan Buangan (Limbah)
- 4. AMDAL
- Mendiskusikan Topic–Topic Masalah Kesehatan Lingkungan yang Sedang Terjadi
- 1. Sanitasi Air
- 2. Sanitasi Tanah
- 3. Pecemaran Udara
- 4. Higyene Makanan
- 5. Sanitasi Lingkungan Perumahan dan Kerja
- 6. Pengolahan Air Limbah Keluarga
- Dian Husada Emmy-Video
6. Pengolahan Air Limbah Keluarga
Limbah rumah tangga adalah limbah yang berasal dari dapur, kamar mandi, cucian, limbah bekas industri rumah tangga dan kotoranmanusia. Limbah merupakan buangan/bekas yang berbentuk cair, gas dan padat. Dalam air limbah terdapat bahan kimia sukar untuk dihilangkan dan berbahaya. Bahan kimia tersebut dapat memberi kehidupan bagi kuman-kuman penyebab penyakit disentri, tipus, kolera dsb. Air limbah tersebut harus diolah agar tidak mencemari dan tidak membahayakan kesehatan lingkungan. Air limbah harus dikelola untuk mengurangi pencemaran.
Pengelolaan air limbah dapat dilakukan dengan membuat saluran air kotor dan bak peresapan dengan memperhatikan ketentuan sebagai berikut ;
1. Tidak mencemari sumber air minum yang ada di daerah sekitarnya baik air dipermukaan tanah maupun air di bawah permukaan tanah.
2. Tidak mengotori permukaan tanah.
3. Menghindari tersebarnya cacing tambang pada permukaan tanah.
4. Mencegah berkembang biaknya lalat dan serangga lain.
5. Tidak menimbulkan bau yang mengganggu.
6. Konstruksi agar dibuat secara sederhana dengan bahan yang mudah didapat dan murah.
7. Jarak minimal antara sumber air dengan bak resapan 10 m.
Pengelolaan yang paling sederhana ialah pengelolaan dengan menggunakan pasir dan benda-benda terapung melalui bak penangkap pasir dan saringan. Benda yang melayang dapat dihilangkan oleh bak pengendap yang dibuat khusus untuk menghilangkan minyak dan lemak. Lumpur dari bak pengendap pertama dibuat stabil dalam bak pembusukan lumpur, di mana lumpur menjadi semakin pekat dan stabil, kemudian dikeringkan dan dibuang. Pengelolaan sekunder dibuat untuk menghilangkan zat organik melalui oksidasi dengan menggunakan saringan khusus. Pengelolaan secara tersier hanya untuk membersihkan saja. Cara pengelolaan yang digunakan tergantung keadaan setempat, seperti sinar matahari, suhu yang tinggi di daerah tropis yang dapat dimanfaatkan.
Langganan:
Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar